Siswa Indonesia menghabiskan waktu terlalu banyak di luar rumah.

Satu kalimat itu lah yang menginspirasi kami soal Rumah Sinau.

Sehari-hari, para siswa menghabiskan begitu banyak waktu diluar untuk kegiatan sekolah dan aktivitas tambahan seperti kursus atau bimbel. Mereka baru akan pulang dan sampai di rumah masing-masing pada malam hari. Kondisi yang berjalan hari ke hari tersebut tentu saja akan memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan psikis mereka. Mereka rentan mengalami kejenuhan belajar dan terserang penyakit.

Selain itu, faktor keamanan juga hal yang harus kita perhatikan. Dengan lebih lama di luar rumah, maka semakin tinggi pula resiko mereka menjadi korban suatu tindak kejahatan. Terlebih tidak melulu orangtua dapat mengantar-jemput dan menemani mereka dikarenakan kewajiban bekerja atau aktivitas lainnya. Orangtua tentu menyimpan keresahan tersendiri, namun mereka tidak punya pilihan karena aktivitas para siswa yang seperti itu tampaknya adalah sebuah keharusan dan sudah menjadi hal yang lumrah.

Harus ada yang melakukan sesuatu. Berangkat dari sebuah pertanyaan, 

kenapa para siswa ini tidak belajar di lingkungan sekitar rumah mereka saja? 

Kami melihat cukup banyak ruang kosong yang bisa digunakan untuk tempat belajar mereka. Ruangan-ruangan tersebut terletak di lokasi sekiar rumah para siswa. Jika kami bisa membuat ruangan-ruangan tersebut menjadi tempat belajar, maka para siswa tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu di luar rumah.

 

Gagasan Rumah Sinau

The Best 20 Apps Untuk Negeri The NextDev Telkomsel 2015

 

Di Rumah Sinau, mereka bisa mengulang pelajaran dari sekolah, bisa belajar bersama, bisa mengerjakan tugas dan PR sekolah, atau latihan soal menjelang ujian. Aktivitas yang umumnya mereka lakukan juga sepulang sekolah di kursus atau bimbel masing-masing. Bedanya adalah, mereka melakukannya di lingkungan yang lebih dekat dengan rumah. Lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan memberikan ketenangan untuk para siswa dan orangtua mereka.

Para pemilik ruang kosong pun dapat mendapatkan keuntungan baik secara finansial maupun sosial dengan menyediakan tempat belajar untuk para siswa. Rumah Sinau pun dapat membuka lebih banyak pekerjaan kepada mereka yang tergabung bersama tutor.

Rumah Sinau memiliki gagasan untuk menggunakan ruang kosong yang dimiliki oleh orang-orang untuk dijadikan fasiltas, ruang belajar untuk para siswa tersebut. Kemudian, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dilakukan di lokasi tersebut dipandu oleh tutor yang ditugaskan oleh manajemen Rumah Sinau.

 

Di Rumah Sinau, sesuai dengan status masing-masing, ada 3 peran yang bisa dipilih. Yaitu Host, tutor, dan siswa

pemilik ruang kosong

Pemilik Ruang Kosong

Pemilik ruang kosong yang mendaftarkan ruangan nya sebagai tempat belajar. Ruangan bisa berupa ruang tamu, kantor, restoran, langgar, aula, dan lain-lain yang memenuhi syarat. Daftarkan ruangan Anda disini

Colony: sekelompok siswa

Sekelompok Siswa

Siswa-siswi yang belajar secara berkelompok hingga 5 orang. Dapat menggunakan ruangan yang didaftarkan host, fasilitas publik, hingga tempat hangout untuk belajar bareng, mengerjakan PR, berdiskusi, les, dipandu oleh seorang tutor. Lihat ruangan yang sudah bisa digunakan disini

Para pengajar di Rumah Sinau

Para Pendidik

Mahasiswa, alumni, guru, atau profesional yang mengajarkan suatu subjek kepada para siswa. Daftarkan diri Anda sebagai tutor di Rumah Sinau